Press ESC to close

Adakan Forum Organisasi Kepemudaan, IPNU-IPPNU Jatim Soroti Tantangan Generasi Milenial

Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Timur menggelar Forum Organisasi Kepemudaan, Minggu (22/12). Kegiatan bertempat di aula Aliyah Pondok Seblak. Acara dihadiri sekitar 100 peserta.

Hadir sebagai pemateri Fakhrul lrfan Syah, Sekretaris LP Ma'arif PWNU Jawa Timur. Juga Abdullah Muhdi, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur.

Ketua PW IPNU Jawa Timur Rafli Rifki Reza menyebut kegiatan ini diikuti anggota komisariat dan ranting sekitar. "Agar makin termotivasi dalam berorganisasi lewat IPNU-IPPNU," ujarnya.

Saat memaparkan materi, lrfan mengajak para pengurus IPNU-IPPNU yang hadir untuk terus berperan aktif dalam organisasi. "Karena peran pengurus itu sangat penting di atas segalanya dalam berorganisasi," tegas Ketua PW IPNU Jawa Timur periode 2021-2024 ini.

Peran IPNU-IPPNU, lanjutnya, berada di antara dua ceruk. "Generasi milenial di satu sisi, dan NU di sisi lainnya," ucapnya.

Di Jawa Timur, imbuhnya, sudah ada 44 cabang IPNU-IPPNU. Jumlah itu sangat banyak dibanding organisasi kepemudaan lainnya. "Jadi tidak heran jika kompleksitas yang dihadapi IPNU-IPPNU juga lebih banyak," ujarnya. Hal itu diakui sebagai tantangan bagi IPNU-IPPNU ke depan agar makin maju di Jawa Timur.

Hal senada diungkap Muhdi. Pria berkacamata ini memotivasi para peserta lewat kisah pribadinya dalam berorganisasi. Mulai dari tingkat ranting di Gresik hingga menjadi Wasekjen PP IPNU.

ltu semua diakui tidak semudah membalik telapak tangan. "Tapi butuh perjuangan dan kesabaran dalam melewati prosesnya," ujarnya.

Kunci dalam berorganisasi di IPNU-IPPNU, menurutnya, harus terus belajar dan serius dalam berorganisasi lewat IPNU-IPPNU.

Dia menambahkan, ke depan tugas berat akan diemban di pundak para pengurus IPNU-IPPNU. Karena perubahan zaman semakin maju yang dinikmati generasi milenial. "Mereka ini generasi yang pada umumnya baru masuk masa remaja dan sedang mengalami perubahan jati dirinya, disertai berbagai tantangan perubahan mentalnya," imbuhnya.

Dirinya berharap agar para pengurus IPNU-IPPNU tidak patah semangat. "Tapi justru makin solid dalam memajukan organisasi," pungkasnya.

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.