Ciwalen, Cinangka, Cipanas — Dalam suasana penuh kekhidmatan dan harapan besar, masyarakat bersama para tokoh agama dan pemuda desa menyelenggarakan acara peletakan batu pertama Pondok Pesantren Al Ghomrowi, pada 13 November 2025. Acara tersebut menjadi tonggak awal bagi lahirnya lembaga pendidikan Islam baru yang diharapkan dapat melahirkan generasi berilmu, berakhlak, dan berdaya guna bagi umat.
Sejak pagi, warga sudah berdatangan ke lokasi pembangunan yang terletak di kawasan perbukitan Ciwalen. Sejuknya udara dan hamparan pemandangan alam menjadi saksi dimulainya perjalanan panjang sebuah cita-cita mulia: menghadirkan pesantren yang mampu menampung dan membina generasi muda dalam suasana religius dan penuh kasih sayang.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan dengan sambutan dari panitia pembangunan dan tokoh masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Ketua Panitia Pembangunan Pondok Pesantren Al Ghomrowi, Ust Wahyu, menegaskan bahwa berdirinya pesantren ini berawal dari kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan keagamaan yang lebih terarah dan berkelanjutan.
“Selama ini banyak anak muda yang haus ilmu agama namun belum memiliki akses ke lembaga pendidikan yang memadai. Pondok Pesantren Al Ghomrowi kami niatkan menjadi tempat mereka belajar, beribadah, dan mengasah karakter. InsyaAllah pesantren ini dibangun di atas semangat keikhlasan dan gotong royong,” ungkapnya.
Prosesi peletakan batu pertama dilakukan secara simbolis oleh Asyekh Soleh Adduaby, KH. Cecep gogom bersama perwakilan masyarakat, disertai doa bersama agar pembangunan berjalan lancar dan penuh keberkahan. Setiap batu yang diletakkan menjadi simbol harapan: bahwa dari pondasi sederhana ini akan tumbuh bangunan ilmu dan amal yang kokoh, membawa manfaat luas bagi umat.
Dalam kesempatan yang sama, KH. Cecep Gogom menyampaikan pentingnya menghadirkan pesantren sebagai benteng moral dan spiritual di tengah arus modernisasi yang kian deras juga pergaulan bebas yang semakin tidak marak terjadi di masyarakat
“Pesantren bukan hanya tempat mengaji, tetapi juga wadah membentuk karakter. Santri harus dibekali ilmu agama yang kuat sekaligus semangat sosial yang tinggi agar mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan akhlak,” ujarnya.

Semangat Gotong Royong dan Harapan Masyarakat
Pembangunan Pondok Pesantren Al Ghomrowi mencakup beberapa tahap, antara lain pembangunan masjid utama, ruang kelas madrasah, asrama santri, rumah pengasuh, serta area kegiatan masyarakat. Proses awal telah dimulai dengan pengukuran lahan dan pemetaan area pembangunan, yang melibatkan tenaga dari kalangan pemuda, warga, dan relawan pesantren.
Antusiasme warga begitu terasa. Banyak yang menyumbangkan tenaga, bahan bangunan, maupun donasi sukarela. Ibu-ibu setempat turut menyiapkan konsumsi bagi para pekerja dan panitia, sementara para pemuda bahu-membahu membantu proses penggalian dan pengukuran. Semangat gotong royong menjadi jiwa dari pembangunan pesantren ini.
Menurut Ust Hafidz, keberadaan pesantren di daerah tersebut sangat dinanti.
“Kami bersyukur akhirnya di wilayah Ciwalen akan berdiri pesantren. Semoga ini menjadi tempat belajar bagi anak-anak kami agar tidak perlu jauh-jauh mencari ilmu agama. Ini berkah besar bagi kami semua,” tuturnya dengan haru.
Menuju Pesantren Mandiri dan Berdaya
Pondok Pesantren Al Ghomrowi diharapkan tidak hanya menjadi tempat pendidikan agama, tetapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Ke depan, pesantren ini akan mengembangkan program pelatihan kewirausahaan santri, pertanian terpadu, dan kegiatan sosial keumatan sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap lingkungan sekitar.
“Kami ingin pesantren ini tumbuh sebagai lembaga mandiri yang tidak hanya mencetak ahli agama, tetapi juga insan yang kreatif, produktif, dan siap berdiri di tengah masyarakat dengan akhlak yang mulia,” ujar salah satu penggagas pembangunan.
Acara peletakan batu pertama diakhiri dengan doa bersama, diiringi rasa syukur dan harapan besar agar seluruh rangkaian pembangunan berjalan lancar hingga rampung. Tak sedikit warga yang meneteskan air mata haru, menyadari bahwa mereka sedang menyaksikan lahirnya sebuah sejarah baru bagi desanya.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Pondok Pesantren Al Ghomrowi diharapkan akan menjadi mercusuar keilmuan dan spiritualitas yang memancarkan cahaya ilmu, amal, dan akhlak mulia, meneruskan tradisi panjang pesantren sebagai pilar peradaban Islam di Nusantara. []