Press ESC to close

Brilliana, Gen-Z asal Kudus Promosikan Arsitektur Damai Kudus & Bali di Belanda

Kudus, 28 Oktober 2025 – Brilliana Verda Salsabila, yang akrab disapa Bella atau Brilliana, seorang mahasiswa Program Studi Arsitektur di Fakultas Teknik Universitas Gajah Mada Yogyakarta, berhasil menarik perhatian dunia internasional dengan mempresentasikan paper ilmiah berjudul "Peaceful Architecture in Relationship of Hindus and Islamic Peoples in Menara Kudus and Pura Langar Bali to Overcome the Global Humanitarian Crisis" pada The 4th PCINU Belanda Biennial International Conference 2025, yang berlangsung pada awal Oktober 2025 di Groningen, Belanda. Konferensi ini merupakan hasil kerja sama Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda dengan Universitas Groningen dan Wubbo Ockels School for Energy and Climate.

Paper Brilliana yang juga alumni MBI Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto yang sebelumnya belajar di MTsN 1 Boarding Kudus ini, menggali lebih dalam tentang nilai-nilai toleransi yang terkandung dalam dua situs penting di Indonesia: Menara Kudus dan Pura Langar Bali. Kedua situs ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga simbol dari harmoni antar umat beragama terutama dalam hubungan Islam dan Hindu yang telah lama berlangsung di Indonesia, terutama di Kudus yang dikenal dengan sejarah Islam dan Bali yang kental dengan budaya Hindu pada satu sisi dan Islam di sisi yang lain. Melalui penelitiannya, Brilliana ingin menunjukkan bagaimana arsitektur kedua tempat ini menciptakan ruang untuk kedamaian dan bisa dijadikan model dalam menghadapi krisis kemanusiaan global, terutama dalam konteks perang dan konflik seperti yang terjadi di Gaza.

Sebelum menempuh pendidikan tinggi, Brilliana menimba ilmu di MBI Pesantren Amanatul Ummah Pacet Mojokerto dan kini masih aktif sebagai santriwati di Yayasan Ali Ma’syum Krapyak, Yogyakarta, di bawah asuhan Ibu Nyai Hj. Luthfiyah, naungan Pondok Gedung Putih.  Di rumah dia juga sebagai pengurus Pesantren Riset dan Literasi Prisma Quranuna Kudus

Menggali Spirit Toleransi dan Kedamaian dalam Arsitektur Kudus dan Bali

Dalam presentasinya, Brilliana menguraikan betapa pentingnya pemahaman terhadap nilai-nilai yang terkandung dalam kedua bangunan tersebut. Menara Kudus, sebagai peninggalan Sunan Kudus, adalah simbol dari spirit toleransi yang telah lama terjaga di kota ini. Menara ini adalah contoh arsitektur yang menggabungkan unsur-unsur Hindu dan Islam, mencerminkan kedamaian antara dua agama besar di Indonesia. Begitu juga dengan Pura Langar di Bali, yang memiliki filosofi Tri Hita Karana—hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam. Pura ini menjadi lambang dari pentingnya menjaga keseimbangan alam dan hubungan antar sesama dalam kehidupan sehari-hari.

Keduanya tidak hanya menjadi simbol spiritual, tetapi juga tempat untuk refleksi bersama mengenai bagaimana umat manusia dapat hidup berdampingan dalam kedamaian. Arsitektur kedua situs ini mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan menemukan titik temu dalam kehidupan yang sering kali dipenuhi dengan konflik dan ketegangan.

Hubungan dengan Nilai Gusjigang dan Tri Mandala

Brilliana juga menyoroti nilai Gusjigang di Kudus yang mengajarkan tentang kebersamaan dan gotong royong yang harmonis dalm etos bagus laku, ngaji (belajar), dan semangat dagang (entrepreneurship) dalam menjaga kedamaian menebar Islam rahmatan lil’alamin. Konsep ini sejalan dengan filosofi Tri Mandala, yang merupakan pedoman dalam penataan ruang yang mengutamakan keharmonisan dan keseimbangan. Dalam konteks arsitektur, Tri Mandala mengarahkan pada pemisahan dan penyusunan ruang berdasarkan fungsinya—menjaga keseimbangan antara ruang pribadi, sosial, dan publik. Sebuah pendekatan yang tidak hanya berlaku dalam perancangan bangunan, tetapi juga dalam kehidupan sosial masyarakat.

Sedangkan Asta Kosala Kosali, yang juga menjadi bagian dari filosofi arsitektur Bali, adalah pedoman dalam desain yang berfokus pada prinsip-prinsip geometri dan keselarasan alam. Semua prinsip ini membentuk suatu konsep yang lebih dari sekadar estetik, melainkan mencerminkan pandangan hidup yang harmonis, serta pentingnya menjaga alam dan hubungan sosial yang sehat.

Relevansi dengan Krisis Kemanusiaan Global dan Lingkungan

Bagi Brilliana, penelitian tentang arsitektur damai ini memiliki relevansi yang sangat penting dengan krisis kemanusiaan global yang tengah terjadi, termasuk perang dan konflik seperti yang terjadi di Gaza. Arsitektur, menurutnya, bukan hanya soal bangunan fisik, tetapi juga tentang membangun ruang bagi perbedaan untuk bertemu dan berbicara. Dengan mengenalkan konsep arsitektur yang damai, Brilliana berharap masyarakat global bisa belajar untuk menempatkan kedamaian sebagai prioritas utama dalam setiap interaksi sosial dan perencanaan ruang publik.

Selain itu, Brilliana juga menyoroti relevansi arsitektur dalam mengatasi krisis lingkungan. Dalam perspektif behavioral architecture, bagaimana bangunan dan ruang dapat mempengaruhi perilaku manusia untuk hidup lebih ramah terhadap lingkungan, menjadi penting. Sebagai contoh, prinsip Tri Hita Karana yang mengutamakan keseimbangan antara manusia, Tuhan, dan alam, dapat diadaptasi untuk mengatasi masalah lingkungan global, seperti pemanasan global dan kerusakan ekosistem.

Arsitektur sebagai Medium untuk Perdamaian Global

Dengan menggunakan pendekatan arsitektur untuk menangani krisis kemanusiaan dan lingkungan, Brilliana membawa pesan penting: bahwa arsitektur bisa menjadi medium yang menghubungkan berbagai lapisan masyarakat, tanpa memandang agama, ras, atau budaya. Arsitektur bukan hanya soal estetika, tetapi juga soal bagaimana menciptakan ruang yang mendukung kedamaian, toleransi, dan keberagaman. Sebuah pesan yang sangat relevan dalam konteks dunia yang semakin terbagi dan penuh ketegangan seperti sekarang ini.

Momentum Sumpah Pemuda: Inspirasi bagi Gen-Z

Hari ini, 28 Oktober 2025, bangsa Indonesia memperingati Hari Sumpah Pemuda, sebuah momen penting yang mengingatkan kita tentang semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Brilliana, sebagai sosok Gen-Z yang yang juga kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat UGM Yogyakarta ini turut mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional, menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda dapat berperan dalam menciptakan dunia yang lebih damai dan harmonis. Dengan memanfaatkan ilmu dan keterampilan, generasi muda seperti Brilliana dapat memberi kontribusi positif, tidak hanya bagi Indonesia tetapi juga dunia.

Sebagai seorang santriwati yang tumbuh di Gedung Putih, Yayasan Ali Ma’syum Krapyak, yang diasuh oleh Bu Nyai Hj. Lutfiyah Baidlowi, Brilliana mengungkapkan pentingnya pengelolaan waktu dan integrasi antara dunia pesantren dan dunia akademik. “Yang penting bisa mengelola waktu dan dilalui dengan enjoy. Kedua-duanya, pondok dan kuliah, itu justru saling melengkapi dan masing-masing bisa menjadi ruang refreshing ilmiah antara satu dengan yang lain,” ujar Brilliana dalam wawancara dengan media.

Pesan untuk Gen-Z Indonesia

Bagi generasi muda Indonesia, Brilliana menyampaikan pesan bahwa prestasi tidak harus terbatas pada satu bidang saja. Meskipun kuliah di Fakultas Teknik yang penuh dengan tugas, dia mampu mengatur waktu dengan baik, menjadikan pondok pesantren sebagai ruang untuk memperkaya wawasan, dan kuliah sebagai ruang untuk berkontribusi pada dunia akademis. Ini adalah contoh bagi Gen-Z Indonesia agar tidak hanya fokus pada pencapaian individu, tetapi juga untuk memberi dampak positif bagi masyarakat global melalui pemahaman dan implementasi nilai-nilai kedamaian, toleransi, dan pelestarian lingkungan.

Dengan semangat Sumpah Pemuda, diharapkan Gen-Z Indonesia dapat terus bergerak maju, berinovasi, dan berkontribusi bagi dunia dengan cara-cara yang kreatif dan berbasis nilai-nilai luhur, seperti yang telah ditunjukkan oleh Brilliana Verda Salsabila. (ED)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.