BANTUL, Pesantren.id — Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PC Pergunu) Kabupaten Bantul sukses menggelar Konferensi Cabang (Konfercab) II sekaligus Seminar Pendidikan pada Sabtu (19/9/2026). Bertempat di Aula MA Al-Mahalli Brajan, Wonokromo, Pleret, Bantul, forum lima tahunan ini menetapkan Drs. Miftakhul Bakhri, M.Pd. secara aklamasi untuk kembali memimpin PC Pergunu Bantul masa khidmat 2026–2031.
Mengusung tema "Transformasi Pendidik NU yang Berprestasi, Berdaya Saing, dan Berkarakter Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah", acara dibuka secara resmi dengan dihadiri oleh jajaran Pengurus Wilayah (PW) Pergunu DIY, PCNU Bantul, Kemenag Bantul, Banom NU, serta Bupati Bantul yang diwakili oleh Plt. Kepala Disdikpora Kabupaten Bantul, Dr. Titik Sunarti.
Ketua Panitia Pelaksana, Nur Ali, S.H., menegaskan bahwa Konfercab II ini menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan peran strategis guru-guru NU di Bantul. Apresiasi setinggi-tingginya juga disampaikan oleh Dr. Titik Sunarti atas peran aktif Pergunu dalam mendukung kemajuan pendidikan daerah.
Lima Agenda Strategis Pergunu
Ketua PW Pergunu DIY, Fauzan Satyanegara, dalam sambutannya menegaskan bahwa Pergunu harus hadir bukan sekadar sebagai organisasi guru, tetapi sebagai gerakan intelektual, moral, dan sosial untuk meningkatkan martabat pendidik serta mutu pendidikan. Beliau mendorong kepengurusan baru untuk fokus pada lima agenda strategis:
-
Penguatan kompetensi dan kesejahteraan guru.
-
Pengembangan budaya prestasi.
-
Transformasi digital dan literasi teknologi.
-
Penguatan karakter Aswaja.
-
Kolaborasi lintas lembaga.
"Pergunu Bantul harus menjadi rumah besar yang terbuka untuk belajar, kuat dalam berjejaring, cepat merespons perubahan, dan nyata manfaatnya," tegas Fauzan.
Rangkaian pembukaan diakhiri dengan pembacaan doa oleh Rois Syuriah PCNU Bantul, KH. Drs. Damanhuri.
Seminar Pendidikan dan Transformasi Digital
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Pendidikan (Studium Generale) yang menghadirkan Wakil Katib Syuriah PWNU DIY sekaligus Pengasuh Ponpes Ar-Risalah Pandak, KH. Fajar Abdul Bashir, S.H.I., M.S.I.
Dalam pemaparannya, beliau menyoroti pentingnya penguasaan teknologi dan peningkatan kompetensi guru NU tanpa melepaskan nilai-nilai karakter pesantren.
"Tujuan transformasi pendidikan adalah mencetak output peserta didik masa depan. Karena itu, guru NU tidak bisa meninggalkan teknologi. Pergunu harus hadir meningkatkan kompetensi dan teladan moral," pungkas KH. Fajar Abdul Bashir.
Hasil Sidang Pleno dan Pemilihan Ketua
Memasuki agenda persidangan, forum melanjutkan pembahasan tata tertib, laporan pertanggungjawaban (LPJ) pengurus periode sebelumnya, serta sidang komisi keorganisasian dan program kerja.
Dinamika pemilihan Ketua Umum PC Pergunu Bantul berlangsung hangat dan demokratis dengan memunculkan empat nama dalam bursa bakal calon ketua:
| No. | Nama Bakal Calon Ketua | Jabatan / Gelar |
| 1. | Drs. Miftakhul Bakhri, M.Pd. | Pengawas Madrasah |
| 2. | Thibyani Mubarok, S.Pd.I. | Akademisi / Praktisi |
| 3. | Dra. Erna Radyanti | Praktisi Pendidikan |
| 4. | A. Amali Kurniawan, M.Pd.I., M.Pd. | Akademisi / Praktisi |
Setelah melalui tahapan musyawarah dan permufakatan pada Puncak Sidang Pleno II, forum secara aklamasi menyepakati dan menetapkan Drs. Miftakhul Bakhri, M.Pd. untuk kembali mengemban amanah sebagai Ketua Umum PC Pergunu Kabupaten Bantul masa khidmat 2026–2031.
Seluruh rangkaian acara ditutup secara resmi usai sambutan perdana ketua terpilih dan penyerahan jabatan secara simbolis. Konfercab II ini diharapkan menjadi titik tolak melahirkan gerakan pendidik NU yang berdampak nyata bagi masyarakat dan peradaban. []