JOMBANG - Upaya menarik dilakukan para alumni Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak Diwek, Jumat (15/5). Mereka akan menggelar Ngaji Online bersama pengasuh pesantren yang sudah berdiri sejak 1921 itu.
Acara launching Ngaji Online diluncurkam bersamaan dengan Temu Alumni Tahun 2026. Tampak hadir Nyai Hj Mahshunah Faruq dan Nyai Hj Nur Laili Rahmah, pengasuh Pondok Pesantren Khoiriyah Hasyim Seblak. Tentu saja juga para guru sepuh yang mengajar di pesantren.
Temu alumni itu dihadiri ratusan peserta dari Jawa Timur. Termasuk juga dihadiri para peserta dari Jakarta, Pekalongan dan Samarinda. Dan juga satu keluarga dari Malaysia.
Ketua panitia Hj Aisyah Lilia Agustini menjelaskan Ngaji Online digelar agar para alumni tetap dekat dengan pengasuh. "Begitu juga sebaliknya, pengasuh tetap dekat para alumni yang tetap merasa menjadi santri," ujarnya.
Ngaji Online, lanjutnya, menunjukkan alumni santri tidak gagap teknologi. "Tapi justru menggunakan kecanggihan teknologi untuk mentradisikan mengaji," tandasnya.
Dia menambahkan kegiatan ini juga diisi berbagi cerita sukses alumni. "Ada Profesor Nurul Hanani yang dengan keteladannya hingga menjadi guru besar di UIN Syaikh Wasil Kediri," imbuhnya.
Hal senada disampaikan Hj Nuryati Murtadho, ketua Majelis Alumni Seblak (MAS) Pusat. Perempuan asli Jakarta ini menandaskan Ngaji Online akan dimulai Juni 2026 depan. "Kitabnya akan ditentukan oleh ibu pengasuh," ujarnya.
Kebiasaan mengaji, imbuhnya, menegaskan santri diajari gurunya untuk berkarakter mulia dan peduli sosial. "Tidak heran di MAS ada program kakak asuh yang membantu dukungan pendidikan kepada 50 beasiswa kepada murid MI, MTs dan MA di sini," imbuhnya.
Dia berharap para santri dan alumni terus menjaga nama baik almamater. "Caranya dengan mengabdi kepada bangsa dan negara, terutama di masyarakat sekitar," ujarnya.
Progran ini diapresiasi Dr Hj Mihmidaty Ya'qub, dosen pascasarjana IAI Urwatul Wutsqo Bulurejo. Sebagai pendidik yang pernah mrngajar di MI dan MTs Seblak, dirinya mengakui angkat topi atas gerakan Ngaji Online. "Ini luar biasa, sudah jadi alumni, tapi tetap mendeklarasikan diri sebagai santri seumur hidup, " ujarnya.
Dia mengakui Pesantren Seblak sebagai penghasil ulama dengan berbagai profesinya. "Di alumni sini ada ulama yang jadi pejabat, ulama yang profesor, ulama yang pengusaha dan ulama lainnya yang berkiprah di masyarakatnya," pungkasnya. (muk)