Perjalanan panjang pendidikan formal sering kali menyerupai sebuah jalur produksi raksasa. Ia berdiri megah dengan kurikulum, ijazah, gelar, dan serangkaian standar yang disusun begitu sistematis. Dari luar tampak seperti jalan kemajuan, namun di dalamnya terdapat kecenderungan yang sunyi: manusia diperlakukan seperti produk yang dicetak seragam, dipoles agar sesuai kebutuhan zaman, pasar, dan kek
Dulu, saya tidak terlalu menyukai kajian hadis. Dibanding “fan” atau bidang-bidang keilmuan lain seperti kalam (teologi), falsafah, tasawuf, fiqh, dan cabang-cabang keilmuan keislaman lain, kajian hadis dalam pandangan saya ketika masih “muda” dulu terkesan kering dan membosankan. Apalagi jika sudah berhubungan dengan rantai sanad, saya kurang begitu berminat. Kalaupun mempelajari hadis, fokus
KUDUS – Kiprah dunia pesantren dalam merawat keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan kembali memperoleh pengakuan di tingkat nasional. Dr. H. Nur Said, S.Ag., M.A., M.Ag., Dosen Filsafat UIN Sunan Kudus yang juga Sekretaris Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (PCNU) Kudus dan Founder Pesantren Mahasiswa Berdaya Prisma Quranuna Kudus, resmi ditetapkan sebagai Maheswara Kualifikasi Utama Badan Pembinaan
Kritik Fiqh Terhadap Kebijakan Penyembelihan dan Pembagian Dam di Luar Tanah Haram. Dalam fiqih siyasah, kebijakan pemerintah terhadap pelaksanaan ibadah umat tidak boleh menimbulkan mafsadah. Maka dari itu seluruh kebijakan harus betul-betul dikaji sesuai kajian fikih agar tidak membentur mafsadah yang tidak diinginkan.
Ibadah haji adalah sebuah orkestra agung yang memadukan ketundukan ritual (ta’abbudi) dengan kemaslahatan sosial (al-maslahah al-ijtimaiyyah).
Potret santri bersarung yang menekuri kitab kuning di bawah naungan kiai kini berada di persimpangan jalan. Data Kementerian Agama tahun 2024 yang menunjukkan angka 42.433 pesantren bertaruh pada posisi lembaga ini sebagai tulang punggung bangsa. Namun, statistik besar tersebut, ada kegelisahan saat indikasi penurunan minat santri baru mulai membayangi pada tahun 2025.