Perjalanan panjang pendidikan formal sering kali menyerupai sebuah jalur produksi raksasa. Ia berdiri megah dengan kurikulum, ijazah, gelar, dan serangkaian standar yang disusun begitu sistematis. Dari luar tampak seperti jalan kemajuan, namun di dalamnya terdapat kecenderungan yang sunyi: manusia diperlakukan seperti produk yang dicetak seragam, dipoles agar sesuai kebutuhan zaman, pasar, dan kek
Dulu, saya tidak terlalu menyukai kajian hadis. Dibanding “fan” atau bidang-bidang keilmuan lain seperti kalam (teologi), falsafah, tasawuf, fiqh, dan cabang-cabang keilmuan keislaman lain, kajian hadis dalam pandangan saya ketika masih “muda” dulu terkesan kering dan membosankan. Apalagi jika sudah berhubungan dengan rantai sanad, saya kurang begitu berminat. Kalaupun mempelajari hadis, fokus
Bojonegoro, Juni 2026 - Bojonegoro kini punya perguruan tinggi Islam baru! Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Al Hadi Bojonegoro resmi mengantongi izin operasional dari Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 534 Tahun 2026.
Konfercab XXIV PCNU Bondowoso Dibuka, Nahdliyin Siapkan Estafet Kepemimpinan dan Agenda Organisasi Baru. Forum lima tahunan tersebut menjadi momentum penting bagi warga Nahdlatul Ulama dalam menyusun arah gerak organisasi sekaligus memilih kepengurusan baru yang akan memimpin PCNU Bondowoso pada masa khidmat berikutnya.
BEM Tarbiyah Universitas Ibrahimy Dorong Sukorejo Menjadi Desa Adat Berbasis Warisan Pesantren. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Tarbiyah Universitas Ibrahimy menilai langkah tersebut sebagai upaya penting untuk memperkuat identitas kawasan yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan, budaya, dan tradisi pesantren.
Hasil dari Halaqah ini menyepakati rekomendasi “Deklarasi Pasuruan” yang berisi tentang lima hal: Pertama, menguatkan sistem pengasuhan berbasis kemaslahatan santri, Kedua menetapkan kebijakan dan mekanisme perlindungan santri, ketiga membentuk satgas pesantren aman, keempat menyediakan lingkungan, infrastruktur dan saluran pengaduan yang aman dan kelima membangun partisipasi dan budaya aman. Lima
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Satuan Anti Kekerasan (Saka) Pesantren kembali menguatkan upaya perlindungan santri melalui roadshow Gerakan Nasional Pesantrenku Aman Ramah Anak di empat provinsi.