Press ESC to close

Bedah Buku di Jombang, Kalis Mardiasih Bahas Tantangan Parenting Masa Kini

JOMBANG - Bait Kata School Jombang menggelar bedah buku "Parenting di Negara Gagal" karya Kalis Mardiasih, Sabtu (23/5) di halaman Bait Kata Library Jombang. Penulis dan pegiat isu perempuan ini mengajak para orang tua yang hadir untuk tetap waras dalam mengasuh anak di tengah berbagai persoalan sosial, politik, dan ekonomi di Indonesia. 

Dalam pemaparannya, Kalis menyoroti tantangan orang tua masa kini yang harus mengajarkan kejujuran kepada anak di tengah minimnya keteladanan dari para pejabat. "Kita mengajari anak tentang kejujuran, tapi perilaku koruptif dan kebohongan dipertontonkan di sekitar kita," ujarnya.

Karena itu, Kalis menyebut bahwa pengasuhan tidak dapat berjalan sendiri hanya pada skala keluarga. Sebab pengasuhan sangat terkait dengan kebijakan dan keberpihakan negara. 

"Saya dulu anak orang miskin. Bapak saya tukang becak dan ibu saya ibu rumah tangga. Dari kecil saya diajari bahwa kita akan pintar dan sukses jika rajin belajar," katanya.

Namun saat dewasa, ia menilai bahwa pintar saja tidak cukup untuk menjadi individu yang sukses. Seringkali ada kekuatan politik dan pengaruh kekuasaan yang justru sangat menentukan. "Walaupun kamu rajin dan berprestasi, bisa jadi ada orang lain yang menelikung lewat jalur orang dalam (ordal). Anak pejabat, anak ketua partai, dan lain-lain," lanjutnya.

Kalis juga menyoroti ritual makan pada anak saat ini. Menurutnya, makan sangat mungkin menjadi hal yang traumatis bagi anak. "Di rumah ibu mengajarkan kalau makan harus dihabiskan dan kita harus mensyukuri setiap bulir nasi yang sampai ke meja makan kita. Namun sekarang, banyak kasus keracunan makanan sehingga kita harus lebih waspada," ungkapnya.

Kalis menegaskan, buku ini boleh disebut sebagai buku parenting politik. Baginya, tulisan-tulisan dalam buku ini merupakan bentuk cinta dan kepedulian kepada Indonesia. "Saya yakin masih ada harapan. Makanya kita harus terus berbuat sesuatu," tegasnya.

Ruang Aman Anak dan Prinsip Cinta

Kalis juga menyoroti perubahan ruang hidup yang membuat anak-anak saat ini kehilangan ruang aman untuk bermain dan bertumbuh. Akibatnya, orang tua dan anak-anak mencari alternatif lain seperti mengisi waktu dengan bermain gawai. 

"Dulu anak-anak bisa dengan mudah bermain di lapangan rumput, di sungai, di alam. Sekarang tempat-tempat itu sudah banyak yang hilang," katanya lagi. Karena itu, Kalis memandang hilangnya ruang aman bagi anak adalah masalah struktural dan harus menjadi isu bersama.

Pada kegiatan yang sama, penggerak Komunitas Rangkul Jombang, Nadhroh Jauharoh menyampaikan bahwa pengasuhan anak adalah tanggung jawab bersama dan bukan hanya urusan individual masing-masing keluarga. Karenanya, masyarakat memiliki peran untuk mendorong lingkungan pengasuhan yang lebih baik.

Nadhroh menambahkan, dalam kondisi yang tidak ideal seperti hari ini, Komunitas Rangkul Jombang menawarkan prinsip C.I.N.T.A dalam pengasuhan anak.

"C adalah cari cara terbaik. I adalah ingat impian tinggi. N adalah nerima tanpa drama. T adalah tidak takut salah. A adalah asyik bermain bersama," kata Nadhroh.

Ia berharap prinsip tersebut dapat membantu orang tua menjalani pengasuhan anak dengan lebih realistis, hangat, dan penuh harapan di tengah berbagai tantangan zaman.

Kelas belajar bertema "Menjadi Orang Tua Waras Berprinsip Cinta di Masa Kini" ini diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari wali murid, komunitas rangkul, komunitas taman baca masyarakat, jaringan gusdurian, hingga kelompok guru dari Jombang dan sekitarnya. Acara dipandu langsung oleh Dosen Fakultas Hukum UGM Nabiyla Risfa Izzati.

Pada kegiatan yang sama, Bait Kata School bersama Green Red Hotel Syariah Jombang juga menyelenggarakan berbagai kegiatan ramah anak seperti menggambar dan menghias kue. (Rif)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Pesantren Seblak Gelar Wisuda, Puluhan Siswa Raih Beasiswa Kuliah
MUBES XI IKSASS Dibuka Penuh Khidmat, Kiai Azaim Ajak Alumni Perkuat Perjuangan Lahir dan Batin
Tanamkan Pemahaman Fikih Haji, KKMI Diwek Gelar Manasik Akbar
Temu Alumni Pesantren Seblak 2026, Perkuat Ikatan Lewat Ngaji Online

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.