JOMBANG – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Diwek mengajak para orang tua memperkuat imam dan tirakat dalam mendampingi anak-anak di tengah berbagai tantangan zaman. Pesan tersebut disampaikan dalam Pengajian Rutin Ahad Kliwon yang digelar di Balai Desa Kedawong, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Ahad (12/07).
Kegiatan yang dihadiri ratusan jamaah itu dirangkai dengan bakti sosial pengobatan gratis, bazar UMKM, dan santunan anak yatim yang bekerjasama dengan RS Hasyim Asy'ari, LSPT, dan Lazisnu.
Pengurus PC Muslimat NU Jombang, Hj Aisyah Muhammad, mengatakan pembentukan karakter anak harus dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, orang tua memiliki peran utama agar anak tidak mudah menjadi korban perundungan maupun pengaruh negatif pergaulan.
"Bagaimana caranya anak tidak menjadi korban perundungan? Kuncinya dari rumah. Pertama, kuatkan iman anak dengan mengenalkan Allah dan Rasulullah. Kedua, berikan kasih sayang, kurangi marah-marah, dan bangun komunikasi yang baik. Anak yang sudah mendapatkan kasih sayang dari keluarganya tidak akan mencari perhatian atau validasi dari orang lain," ujarnya.
Ia menambahkan, ikhtiar tersebut harus dilengkapi dengan doa dan tirakat.
"Ketiga, ayo tirakat kepada Allah. Titipkan anak-anak kita kepada Gusti Allah," pesannya.
Selain itu, ia mengajak jamaah membiasakan lisan untuk berdzikir dan membaca shalawat.
"Mari kita perbanyak membaca shalawat agar diakui sebagai umat Rasulullah dan memperoleh syafaat beliau. Perbanyak bersyukur dan biasakan lisan membaca kalimat thayyibah agar yang selalu diingat adalah Allah SWT," tuturnya.
Dalam tausiyahnya, Kiai Ahmad Muzakki menyampaikan bahwa ada tiga perkara yang tidak dapat dihindari manusia, yakni ucapan orang lain, musibah, dan kematian.
"Orang tua zaman sekarang itu kurang tirakat. Ada tiga bekal yang harus dijaga, yaitu memperbanyak tirakat, mencari nafkah yang halal, dan menjadi teladan yang baik bagi anak-anak," katanya.
Sementara itu, Pengurus PAC Muslimat NU Kecamatan Diwek, Hj. Junita Erma Zakiyah mengingatkan para orang tua agar lebih waspada terhadap pergaulan anak, khususnya remaja putri, di era media sosial. Menurutnya, banyak kasus kekerasan terhadap perempuan yang berawal dari perkenalan di dunia maya.
"Saya mengingatkan kepada ibu-ibu yang memiliki anak perempuan usia remaja agar benar-benar memperhatikan pergaulan dan aktivitas anak, termasuk saat berkenalan melalui media sosial. Gerak-geriknya harus diperhatikan," ujarnya.
Ketua Ranting Muslimat NU Kedawong, Hj. Nur Sukmawati, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.
"Semoga pengajian rutin Ahad Kliwon ini menjadi amal jariyah bagi kita semua. Terima kasih kepada semua elemen yang telah membantu sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Mudah-mudahan Allah membalas dengan rezeki yang barokah," tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, Camat Diwek Agus Sholahuddin menginformasikan bahwa Kabupaten Jombang akan menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Ia mengajak seluruh masyarakat ikut menyukseskan agenda tersebut sekaligus menjaga kebersihan lingkungan.
"Mari kita bersama-sama menjaga kebersihan. Masih banyak masyarakat yang membuang sampah di jalan raya. Semoga Muktamar ke-35 NU di Jombang berjalan lancar dan sukses," katanya.
Acara ditutup dengan pembagian doorprize untuk jama'ah. Dan pembacaan doa oleh Ketua MWCNU Diwek KH Hamdi Sholeh. (Rif/Mach)