Press ESC to close

PCNU Nganjuk Gelar Puncak Satu Abad NU, 1.500 Undangan Hadiri Acara di Rejoso

NGANJUK - Halaman balai Desa Mojorembun Kecamatan Rejoso dipenuhi sedikitnya 1.500 undangan, Jumat (30/1) malam. Mereka menghadiri puncak peringatan satu abad kelahiran Nahdlatul Ulama. Acara digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Nganjuk.

Mereka terdiri dari para pengurus lembaga dan badan otonom dalam PCNU Nganjuk. Termasuk para pengurus ranting dan majelis wakil cabang (MWCNU) dari 20 kecamatan di Nganjuk.

Tampak hadir sebagai tamu undangan Forpimda Nganjuk. Termasuk Wakil Ketua DPRD Nganjuk, Ulum Busthomi. Terlihat juga para forpimcam dan forpimdes dari seluruh wilayah di Nganjuk.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan tahlil yang dipimpin KH Rois Al-Maqbul, Rais Syuriah MWCNU Rejoso. Dilanjut dengan pemberian berbagai penghargaan (award) kepada para pengurus NU berprestasi. Baik dari kategori lembaga, badan otonom, MWCNU maupun ranting. 

Ketua panitia, Dr Ali Anwar, menjelaskan banyak agenda yang digelar sebelum puncak peringatan. "Mulai dari NU Award, Istigosah, ziyarah muassis, pengajian kitab hingga tasyakuran," ujarnya.

Pemilihan lokasi puncak peringatan di GOR Mojorembun, lanjutnya, diakui karena memiliki fasilitas yang komplit. "Memang diakui setiap PCNU Nganjuk punya kegiatan besar, selalu putar ke seluruh kecamatan, kali ini kebetulan pas jadwal di Rejoso," imbuhnya.

Pria yang juga dosen Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk ini berharap, malam puncak peringatan ini menjadikan organisasi NU lebih maju di Nganjuk. "Lebih profesional dan baik lagi dalam melayani kebutuhan umat, terutama menguatkan konsolidasi organisasi melalui penataan administrasi program," jelasnya.

Ketua PCNU Nganjuk KH Hasyim Affandi menegaskan bahwa tugas NU ke depan makin berat. "Terutama menjaga agama Islam di Indonesia menurut Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah," ujarnya.

Pemberian NU Award, lanjutnya, diharapkan mampu meningkatkan semangat pengurus dalam mengelola NU. "Semoga tahun depan hadiah utamanya tidak sepeda motor lagi, tapi mobil," tambahnya disambut tepuk tangan hadirin. 

Hal senada disampaikan KH Ali Mustofa Said. Rais Syuriah PCNU Nganjuk ini mengajak anggota NU untuk terus meneladani para pendiri dan kiai NU. "Terutama untuk meneruskan perjuangan yang sudah diberikan beliau," ujarnya. 

Dirinya mengakui kontribusi aktif NU dalam eksistensi menjaga keutuhan bangsa dan negara. "Sehingga keberadaan NU memberikan situasi yang kondusif, termasuk di Kabupaten Nganjuk," pungkasnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan mauidzah hasanah yang disampaikan KH Syukron Jazilan. Kiai berkacamata ini Ketua Lembaga Dakwah PWNU Jawa Timur dan dosen UIN Sunan Ampel Surabaya. (muk)

Redaksi PSID

Official Akun Redaktur Pesantren ID.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Dari Gresik untuk NU: KH Chisni Umar Burhan dan Dedikasi Arsip Sejarah
Serah Terima Kepengurusan LP Ma'arif PCNU Banyuwangi Penuh Kebersamaan
Pengajian Seloso Legi Diwek Dibuka Kembali, Antusias Jamaah Membludak
Gus Shohib Pengurus Ansor Jatim Luncurkan Novel Ketika Cinta Bertaubat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.