JOMBANG — Ratusan jamaah menghadiri acara Akhirussanah Pengajian Rutin Dalilul Khoirot Dusun Dempok, Desa Grogol, Kabupaten Jombang, yang menjadi penanda penutupan sementara pengajian rutin yang dikenal masyarakat sebagai Reboan. Pengajian ini dilaksanakan setiap malam Rabu dan telah menjadi tradisi keagamaan yang mengakar di tengah masyarakat. 3 Februari 2026
Rangkaian kegiatan diawali dengan Lailatul Hadroh Ishari se-Kabupaten Jombang pada malam sebelumnya yang diikuti ratusan sahabat Ishari. Keesokan paginya, Selasa, kegiatan dilanjutkan dengan khotmil Qur’an yang dilaksanakan di berbagai masjid di wilayah setempat. Puncak acara berlangsung di Masjid Baitur Rohman, Dusun Dempok, dengan suasana khidmat dan penuh kekhusyukan.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa. Dalam sambutannya, Kepala Desa Grogol, Khabibah, menyampaikan apresiasi kepada jamaah Dalilul Khoirot yang selama ini turut membantu membimbing masyarakat dalam memperdalam ilmu agama.
“Kami berterima kasih atas kontribusi pengajian Dalilul Khoirot dalam membina masyarakat. Semoga kegiatan ini terus memberikan ilmu yang bermanfaat bagi warga Desa Grogol,” ujarnya.
Ketua panitia, Abdul Aziz Al Hafidz, juga menyampaikan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan acara. Ia berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan jamaah Masjid Baitur Rohman yang telah bekerja keras demi kelancaran kegiatan.
“Semoga kerja keras ini membawa dampak yang lebih baik bagi masyarakat dan menjadi amal kebaikan bagi kita semua,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Jam’iyah Dalilul Khoirot, Muhammad Bashori, mengapresiasi seluruh jamaah yang telah berpartisipasi. Ia menjelaskan bahwa akhirusanah ini digelar sebagai bentuk penghormatan menyambut datangnya bulan Ramadan sekaligus penutupan sementara pengajian rutin Reboan.
“Semoga ilmu yang diperoleh selama satu tahun menjadi ilmu yang bermanfaat dan membawa keberkahan bagi kita semua,” katanya.
Acara semakin bermakna dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH Musta’in Syafi’i, Mudir Pondok Pesantren Madrosatul Qur’an Tebuireng. Dalam ceramahnya, beliau berpesan agar setiap keluarga jamaah membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari dan menjadikannya sahabat dalam kehidupan.
“Jadikan Al-Qur’an teman hidup. Insyaallah kelak di alam kubur, Al-Qur’an akan memberi syafaat kepada pembacanya,” pesannya.
Akhirussanah ini menjadi momentum spiritual bagi masyarakat untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mempererat ukhuwah islamiyah menjelang bulan suci Ramadan. Acara ditutup dengan doa bersama dalam suasana penuh haru dan harapan akan keberkahan di masa mendatang. (Farhan)