Press ESC to close

Wisuda Tahfidz Bukan Akhir Perjuangan, Santri Didorong Tebar Nilai Al-Qur'an di Beragam Profesi

  • Jun 21, 2026
  • 3 minutes read
  • 37 Views

JOMBANG – Pondok Pesantren Hubbul Qur'an Yassalam Diwek Jombang menggelar Seminar Pra Wisuda Tahfidz Al-Qur'an pada Sabtu, (20/06/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk membekali santri sebelum memasuki fase pengabdian di tengah masyarakat.

Kegiatan diawali dengan sambutan Pengasuh Pondok Pesantren Hubbul Qur'an Yassalam, KH Miftahul Huda. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa setiap santri memiliki latar belakang, karakter, serta visi hidup yang berbeda-beda sehingga tidak perlu memaksakan diri menjadi sama dengan orang lain.

Beliau mengutip firman Allah SWT dalam QS Al-Isra ayat 84, "Qul kullun ya'malu 'ala syakilatihi", yang menjelaskan bahwa setiap manusia beramal sesuai dengan karakter, potensi, dan jalan hidup yang telah Allah tetapkan.

"Tidak semua santri harus menjadi kiai atau ustaz. Setiap orang dapat berkontribusi sesuai potensi yang dimilikinya selama tetap membawa nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupannya," ujarnya.

Seminar menghadirkan Elysa Nurul Qomaria, Sekretaris Program Studi Bimbingan dan Penyuluhan Islam (BPI) IAI Al-Urwatul Wutsqo Jombang dan Ana Abdillah selaku Direktur Women Crisis Center (WCC) Jombang sebagai pemateri. Kegiatan dipandu sastrawan Jawa Timur, Lukmanul Hakim.

Dalam materi bertajuk "Mengenali Potensi Diri dalam Perspektif Islam", Elysa menjelaskan bahwa setiap manusia diciptakan Allah SWT dalam bentuk terbaik sebagaimana firman-Nya dalam QS At-Tin ayat 4, "Laqad khalaqnal insana fi ahsani taqwim."

Menurutnya, tidak ada manusia yang lahir tanpa potensi. Yang membedakan adalah sejauh mana seseorang mampu mengenali, mengasah, dan mengembangkan potensi tersebut.

Ia menjelaskan konsep syakilah dalam Al-Qur'an sebagai cetakan unik yang Allah berikan kepada setiap manusia. Karena itu, para santri tidak perlu sibuk membandingkan diri dengan orang lain, melainkan fokus menemukan kelebihan yang telah Allah titipkan dalam dirinya.

Untuk membantu santri mengenali potensi diri, Elysa memperkenalkan Rumus 3M, yaitu Merasakan, Mudah, dan Manfaat.

Pertama, Merasakan, yakni mengenali aktivitas yang membuat seseorang menikmati prosesnya dan tetap bersemangat meskipun menghadapi kesulitan.

Kedua, Mudah, yaitu menemukan kemampuan yang terasa ringan dilakukan, tetapi belum tentu mudah bagi orang lain. Menurutnya, bakat sering kali tersembunyi dalam hal-hal yang dianggap biasa oleh pemiliknya.

Ketiga, Manfaat, yakni mengukur sejauh mana kemampuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Semakin besar manfaat yang diberikan, semakin besar pula nilai ibadah yang dapat diraih.

Selain itu, Elysa juga menjelaskan beberapa faktor yang membuat seseorang sering tidak menyadari potensi dirinya. Di antaranya karena menganggap kemampuannya sebagai sesuatu yang biasa, terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain, serta tidak pernah meminta masukan dari guru, orang tua, maupun sahabat yang sebenarnya lebih mudah melihat kelebihan seseorang.

Menurut Elysa, para santri yang telah berhasil menghafal Al-Qur'an sejatinya telah memiliki modal penting berupa kedisiplinan, ketekunan, fokus, dan kemampuan mengelola waktu. Modal tersebut dapat menjadi bekal untuk berkiprah di berbagai bidang profesi tanpa meninggalkan nilai-nilai Al-Qur'an.

Ia menegaskan bahwa wisuda tahfidz bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan titik awal pengabdian kepada masyarakat.

"Setelah khatmil Qur'an dan wisuda selesai, pertanyaan terbesarnya bukanlah akan menjadi apa, tetapi melalui jalan apa kita akan mengabdi kepada Allah. Dunia tidak hanya membutuhkan orang yang hafal Al-Qur'an, tetapi membutuhkan orang yang menghadirkan nilai-nilai Al-Qur'an dalam setiap profesi," ungkapnya.

Melalui seminar ini, para santri diharapkan mampu mengenali potensi yang dimiliki, menyusun visi masa depan, serta menjadi generasi penghafal Al-Qur'an yang memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan agama.

"Kita tidak harus menjadi orang lain. Tugas kita adalah menemukan potensi yang Allah titipkan dalam diri kita, lalu mengembangkannya agar menjadi manfaat bagi sesama," tegas Elysa.

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Launching Buku Siswa dan Etnik Nusantara Tandai Lepas Kelas Akhir
Kaleng NU Wujudkan Mimpi Pelajar Berprestasi, LAZISNU Ranting Grogol Salurkan Beasiswa untuk Siswa Dasar
Ny. Hj. Djuwaiiyah Fawaid Ajak Santri Putri Sukorejo Kenali Kalender Hijriah Pada Peringatan Tahun Baru Islam 1448 H
Kreatif, MI Perguruan Mualimat Gelar Haflah Empat Bahasa dan Luncurkan Buku

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.