Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) pada awal Ramadan tahun ini. Musibah ini terjadi di saat umat Muslim sedang menjalankan ibadah puasa, menambah beratnya ujian yang harus dihadapi.
Bulan Ramadan juga merupakan waktu yang tepat melatih diri untuk konsisten berbuat kebaikan. Salah satu kebaikan yang umum dilakukan pada bulan Ramadan adalah bersedekah.
Selama berpuasa 12 jam, seseorang akan menahan diri terhadap hisapan rokok yang selain asapnya tidak ramah lingkungan, limbahnya juga justru lebih membahayakan.
Salah satu perkara yang telah diatur oleh Tuhan Yang Maha Pencipta adalah memberikan rizki kepada ciptaannya. Rizki merupakan segala sesuatu yang bisa dinikmati manfaatnya. Allah telah menjamin rizki kita dengan cara usaha dan ikhtiar untuk mengunduhnya.
Hari Jumat merupakan salah satu hari yang istimewa di sisi Allah Swt., umat Islam sering menyebut hari Jumat sebagai rajanya hari (sayyidul ayyam).
Ramadan seringkali dianggap sebagai bulan penuh berkah, namun di sisi lain, ia juga menjadi momen yang menuntut banyak orang untuk bekerja lebih keras demi memenuhi kebutuhan keluarga.
Banjir yang kerap melanda kawasan Puncak, Bogor, menimbulkan pertanyaan serius mengenai penyebab utama dan pihak yang bertanggung jawab atas bencana tersebut. Banyak pihak menilai bahwa pemerintah memiliki peran signifikan dalam terjadinya banjir ini, baik melalui kebijakan yang kurang tepat maupun pengawasan yang lemah terhadap alih fungsi lahan.
Bulan Ramadan selalu menjadi momen yang penuh berkah dan keistimewaan bagi umat Islam di seluruh dunia.
Tahun 1937, Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) digelar di Malang. Anshoru Nahdlatoel Oelama (ANO) tampil elegan dengan mendelegasikan drumband yang dipandegani oleh BANOE (Barisan Ansor NO). Seorang pemuda cakap, Hamid Rusydi, tampil jadi mayoret.
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) telah membawa umat manusia memasuki era baru, di mana batas antara dunia nyata dan dunia digital semakin kabur. Berbagai inovasi seperti chatbot, humanoid, hingga ekosistem digital telah membentuk lanskap sosial yang berbeda dari sebelumnya. Dalam konteks ini, muncul sebuah pertanyaan mendasar: bagaimana Islam merespons perubahan ini? Apakah nilai-nila