Press ESC to close

Habib Luthfi dan Tangisan Anak Yatim

Habib Luthfi bin Yahya tiap tahun mengeluarkan zakat fitrah lebih dari 100 ton dibagikan kepada anak yatim, janda dan fakir miskin. Ada beberapa yang menjadi asbab-nya, salah satunya pada tahun 1965 beliau mondok di Bendokerep, beliau selalu puasa Dahr (puasa terus menerus dan hanya berhenti pada hari yang diharamkan).

Setiap hari beliau hanya berbuka dan sahur dengan mentimun yang direbus. Beberapa tahun kemudian dengan ketela pohon 3 ruas jari untuk buka dan sahur. Suatu hari di tengah malam beliau mendengar sayup-sayup suara tangisan bayi yang menyayat, semakin lama tangisan itu semakin terdengar kencang.

Beliau keluar kamar untuk mencari sumber suara. Beliau berjalan menembus kegelapan malam menyeberangi sungai. Langkah beliau terhenti di sebuah gubuk di pinggir sungai, rumah seorang janda yang baru ditinggal suaminya.

Beliau mengetuk pintu dan bertanya pada sohibulbait. "Adik mengapa menangis bu?" Sang ibu menjawab; "Sakit". Beliau, Habib Luthfi tidak percaya karena tangis anak tersebut tidak wajar. Beliau dekati anak yang masih dalam gendongan ibunya. Ternyata anak tersebut kelaparan sejak pagi belum makan.

Beliau berlari untuk kembali ke pondok, mengambil dua ruas ketela pohon persediaan sahur untuk diberikan pada anak tersebut. Ketika beliau mengacungkan ketela, anak tersebut langsung merebut dan memakannya dengan lahap.

Melihat kejadian tersebut, tak terasa air mata beliau mengalir dengan deras seraya berdoa: "Ya Allah jika Engkau berikan padaku pangkat apapun, saya mohon perkenankanlah saya memberikan santunan kepada anak-anak yatim setiap malam hari raya!"

Doa beliau diijabah oleh Allah SWT, setiap malam hari raya beliau mengantarkan sendiri beras tersebut untuk dibagikan kepada mereka yang berhak, bahkan beliau sering ikut memanggul sendiri beras itu. Bahkan tiap tahun, beliau mengeluarkan zakat fitrah tidak kurang dari 100 ton. [HW]

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Amalan Sederhana yang Mengantar Syahid!
Mengenang 96 Tahun KH M Mashum Ali WafatPendiri Pesantren Seblak, Penggerak NU dan Tasrifan Jombangan
Ngaji Adabu Sulukil Murid: Mengakui Kesalahan, dan Bertaubat kepada Tuhan.
Mengenal Mbah Bolong: Dari Panggung Dakwah, Pengasuh Pesantren hingga Mendirikan SMK Berprestasi

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.