Press ESC to close

Hormatilah Orang yang Lebih Tua Darimu, Maka Allah Akan Menghormatimu!

Islam adalah agama yang mengajarkan kepada kita tentang pentingnya memiliki akhlak, khususnya akhlak kepada orang yang lebih tua. Karena pada dasarnya orang yang lebih tua adalah mereka yang telah menghabiskan lebih banyak masa hidupnya dibanding kita. Hal ini sebagaimana yang ungkap oleh Rasulullah Saw. bahwa Allah Swt. enggan menyiksa orang tua karena uban yang ada dirambutnya:

عن أنس بن مالك رضي االله تعالى عنه قال قال رسول االله صلى االله تعالى عليه وسلم إن االله تعالى ينظر إلى وجه الشيخ صباحا ومساء ويقول يا عبدى قد كبر سنك ورق جلدك ودق عظمك واقترب أجلك وحان قدومك إلي فاستحي منى فأنا أستحيي من شيبتك أن أعذبك فى النار

Diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. bahwa ia berkata, “Rasulullah Saw. bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Swt. melihat wajah orang yang sudah berusia tua di pagi hari dan sore hari. Dia berfirman: Hai hamba-Ku! Usiamu telah tua. Kulit tubuhmu telah keriput. Tulangmu telah rapuh. Ajalmu telah mendekat. Sudah waktunya kamu menemui-Ku. Maka merasa malulah kamu kepada-Ku karena Aku malu menyiksamu di neraka karena ubanmu”.

Lelaki Tua Nasrani dengan Ali ra.

Terdapat kisah menarik mengenai tentang sorang yang sudah tua dengan sahabat Ali. Pada satu waktu ketika Ali tengah berjalan dengan cepat untuk menunaikan ibadah salat subuh berjamaah, ia bertemu dengan seorang kakek tua yang berjalan dengan tenang dan pelan. Alih-alih mendahului kakek tersebut, sahabat Ali tetap berjalan dibelakangnya dan memuliakan kakek tersebut karena ubannya.    Ali dengan sabar menantinya hingga waktu matahari akan segera terbit.

Sesampainya di wilayah masjid, kakek tersebut tidak masuk kedalamnya. Dengan heran, Ali kemudian sadar bahwa kakek tersebut adalah orang Nasrani.    Setelah itu, Ali segera masuk masjid dan melihat Rasulullah Saw.sedang rukuk. Kemudian Rasulullah Saw.    tetap dengan posisi rukuk yang cukuk lama sehingga Ali mendapatkan rukunya Rasulullah Saw.

Kejadian ini tentu membuat Ali bingung, sebab tidak pernah menemui Rasulullah Saw. dalam posisi rukuk yang lama. Kemudian Ali bertanya “Wahai Rasulullah! Mengapa anda tadi memperlamakan rukuk? Padahal anda biasanya tidak seperti itu!” Rasulullah Saw. menjawab “Ketika aku rukuk dan membaca tasbih, dan aku hendak bangun dari ruku, tiba-tiba Jibril datang dan meletakkan sayapnya di punggungku dan menahannya dengan lama. Ketika Jibril telah mengangkat sayapnya, maka aku pun bangun dari rukukku.”

Mendengar kejadian itu, para sahabat bertanya “Mengapa Jibril melakukan hal seperti itu?” Kemudian datanglah Jibril dan bercerita “Wahai Muhammad, Sesungguhnya Ali tengah cepat-cepat pergi untuk berjamaah. Hanya saja, di Tengah jalan, ia melihat orang tua Nasrani yang berjalan pelan di depannya, sedangkan ia sendiri tidak tahu kalau orang tua itu adalah orang Nasrani. Ali pun tidak mau mendahuluinya demi memuliakan orang tua itu karena ubannya. Ali mengedepankan hak orang tua itu. Sebab itu Allah memerintahku untuk menahanmu saat rukuk supaya Ali mendapati jamaah salat subuh bersamamu. Wahai Muhammad ini bukanlah hal yang aneh, lebih anehnya adalah Allah memerintahkan Mikail menahan matahari agar tidak terbit terlebih dahulu demi Ali.

Cerita singkat diatas memberikan kita pelajaran bahwa menghormati orang tua tidaklah memandang agama, suku, ataupun suku. Islam mengajarkan kepada kita supaya orang yang lebih tua dihormati sebab ia terlebih dahulu merasakan pahitnya hidup di dunia. Oleh karena itu hormatilah hormatilah orang yang lebih tua darimu, maka allah akan menghormatimu! Wallahu a’lam

Ditulis oleh: Dimas Bima Sofyanto (Santri Pondok Pesantren Mamba'ul Hikam Jombang)

Santri Pondok Pesantren Mamba'ul Hikam Jombang

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Amalan Sederhana yang Mengantar Syahid!
Gus Ulil Ngaji Jawahirul Qur’an: Samudra Rahmat Kasih Sang Pencipta
Mengenang 96 Tahun KH M Mashum Ali WafatPendiri Pesantren Seblak, Penggerak NU dan Tasrifan Jombangan
Gus Ulil Ngaji Al-Iqtishad Fi Al-I’tiqad: Konsekuensi Hukum Mengingkari Konsensus Ulama

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.