Press ESC to close

Mereka Makhluk Sesamamu, Kasih Sayangilah!

Allah Swt. telah menciptakan kita sebagai manusia sebagai makhluk dengan bentuk yang sempurna. Hanya saja terkadang kita lupa bahwa bentuk yang sempurna ini digunakan untuk menciderai makhluk ciptaan Allah lainnya seperti hewan, tumbuhan, dan lain sebagainya. Padalah Rasulullah Saw. telah mewanti-wanti untuk saling kasih sayang sesama makhluk. Rasululullah Saw. bersabda:

عن عبد االله بن عمر رضي االله تعالى عنهما قال قال رسول االله صلى االله عليه وسلم الراحمون يرحمهم الرحمن ارحموا من فى الأرض يرحمكم من فى السماء   

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a. bahwa ia berkata: Rasulullah Saw.bersabda: “Orang-orang yang saling kasih sayang akan dikasihi oleh Allah Yang Maha Pengasih. Kasih sayanglah para makhluk yang di bumi maka para makhluk di langit akan mengasihi kalian”

Umar r.a. dan Seekor Burung Pipit

Pada satu kisah diceritakan Umar r.a. yang sedang berjalan-jalan di  Kota. Ia hendak melihat bagaimana keadaan rakyatnya sendiri. Di tengah perjalanan, Umar r.a. melihat seorang anak kecil yang sedang bermain-main dengan burung pipit. Anak kecil tersebut bermain dengan burung pipit dan mengikat kaki burung pipit ke dahan pohon, sehingga burung itu kesusahan untuk terbang. Melihat hal itu, Umar r.a. merasa sedih dan membuatnya merasa iba. Akhirnya Umar r.a.  mendatangi anak kecil itu dan membeli burung pipit tersebut.

Beberapa waktu kemudian, setelah Umar r.a. meninggal dunia, banyak dari para ulama yang mimpi bertemu dengannya. Para ulama menanyakan kondisi Umar r.a. tentang apa yang Allah perbuat kepadannya. Mendengar pertanyaan tersebut Umar r.a. hanya tersenyum dan menjawab “Allah telah mengampuni dan memaafkanku.”

Mendengar jawaban Umar r.a., mereka terdiam dan mencoba bertanya perbuatan apa yang membuat Umar ra. diampuni oleh Allah Swt.. Karena menurut mereka Umar r.a. merupakan seorang muslim yang memang taat dan menjadi khalifah yang adil, serta membantu banyak hal bagi perkembangan umat muslim di dunia. Tidak heran jika ia diampuni oleh Allah Swt.

Akan tetapi mereka tetap merasa kebingungan, kira-kira amal mana yang menjadikan Umar r.a. diampuni dosanya. Kemudian Umar paham dengan kegelisahan mereka, dan kemudian berkata:

“Tatkala kalian telah meninggalkanku sendirian setelah mengubur jenazahku, kuburan itu sepi tidak terdengar suara apapun. Kemudian dua malaikat yang mengerikan datang menghampiriku, seluruh akalku menjadi tidak karuan. Aku berpikir bahwa aku akan remuk hancur-lebur oleh mereka nantinya. Tulang-tulangku juga bergetar keras sampai tubuhku terdiam tidak mampu untuk bergerak.”

“Dua malaikat menatapku dengan serius, mereka perlahan memegang dan mendudukkan diriku menghadap sosok mereka. Lalu sikap mereka seperti hendak ingin membabat habis seluruh diriku dengan berbagai pertanyaan. Aku semakin tidak karuan memikirkannya, hingga ketika mereka hendak bertanya padaku, terdengarlah suara tanpa terlihat rupa.” Suara tersebut berbunyi: “Kalian berdua pergilah, tinggalkanlah hambaku yang gemetaran ini dan jangan menakutinya, sebab ia telah mengasihi burung pipit semasa hidup di dunia, jadi aku mengasihinya di akhirat.”

Kemudian para ulama tersebut terkejut dan terbangun dari lelap tidurnya. Mereka bergegas menceritakan mimpi tersebut kepada orang lain lain. Sehingga mereka mengasihi semua makhluk ciptaan Allah Swt. Mereka melakukannya dengan mengharapkan ridho Allah Swt. dan mengaharap ampunan-Nya sebagaimana yang dilakukan oleh Umar ra. Wallahu a’lam.

Ditulis oleh: Dimas Bima Sofyanto (Santri Pondok Pesantren Mamba'ul Hikam Jombang)

Santri Pondok Pesantren Mamba'ul Hikam Jombang

[Pesantren ID] hadir berkat kerja keras jaringan penulis dan editor yang terus memproduksi artikel, video, dan infografis seputar keislaman dan pesantren. Jika kamu bersedia menyisihkan sedikit rezeki, dukunganmu akan sangat berarti untuk menjaga karya ini tetap hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.

Donasi QR Code

(Klik pada gambar)

QR Code Besar

Related Posts

Amalan Sederhana yang Mengantar Syahid!
Gus Ulil Ngaji Jawahirul Qur’an: Samudra Rahmat Kasih Sang Pencipta
Mengenang 96 Tahun KH M Mashum Ali WafatPendiri Pesantren Seblak, Penggerak NU dan Tasrifan Jombangan
Gus Ulil Ngaji Al-Iqtishad Fi Al-I’tiqad: Konsekuensi Hukum Mengingkari Konsensus Ulama

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

@PesantrenID on Instagram
Pengalaman Anda di situs ini akan menjadi lebih baik dengan mengaktifkan cookies.